Trackball
June 16, 2011
Jadi gini. Ceritanya, saya ini pengguna trackball[0]. Trackball yang biasa saya gunakan adalah Logitech Trackman Marble[1]. Saya tertarik sama trackball karena salah satu rekan saya menggunakan mouse jenis ini. Awalnya saya kira akan sulit menggunakan trackball. Selain karena sudah terbiasa menggunakan mouse konvensional, agak aneh juga menggerakkan pointer dengan menggunakan trackball.
Tapi, lama kelamaan, ala bisa karena biasa. Saya pun mengalami kenyamanan tingkat tinggi dengan mouse model ini. Tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan tangan dengan trackball. Kurang dari sebulan, saya sudah fasih meggunakan trackball. Kenapa nyaman, karena jika menggunakan mouse konvensional seluruh bagian lengan kita bergerak, secara tidak sadar. Dan seringkali lengan kita merasa lelah apabila kita menggunakannya terus menerus.
Dengan menggunakan trackball, pergerakan bagian tangan kita hanya dibatasi pada telapak tangan, terutama jari. Jadi beban lengan berkurang, yang berdampak bisa mengurangi efek pegal kala berlama-lama menggunakan trackball. Jenis trackball yang pertama saya sebutkan, adalah trackball yang digerakkan dengan 2 jari. Jari telunjuk dan jari tengah. Malah seringkali saya memanfaatkan 3 jari sekaligus untuk bernavigasi menggunakan trackball. Jari telunjuk, jari tengah dan jari manis. Akibatnya saya bisa bernavigasi lebih cepat. Ibu jari dan kelingking? digunakan untuk menekan tombol kanan dan kiri.
Tapi ada satu kelemahan di trackman marble ini. Ngga’ bisa scroll. Kebetulan saya pengguna sistem operasi GNU/Linux. Karena kata teman saya, untuk sistem operasi MS Windows, ada perangkat lunak yang harus dipasang sehingga bisa melakukan scroll.
Setelah sekian lama, saya pun mencoba mencari jenis lain dari mouse trackball. Sayangnya, di Indonesia, dengan harga yang terjangkau sama kantong saya, baru trackman marble itu yang ada. Usut punya usut, dulu ada kawan[2] yang menawarkan untuk mencoba trackball jenis lain. Logicool/Trackman Wireless Trackball M570[3]. Wow! bentuknya indah dan menawan. Beneran, saya ngga’ bohong! dan lebih cihuy, trackball ini nirkabel dan mempunyai tombol scroll dan lagi, harganya yang masih cukup buat kantong saya. Tapi sayang, teman yang menawarkan barang tersebut berada di Jepang. Makin tambah menjadi-jadi saya sama trackball yang satu itu
.
Alhamdulillah, pasca bencana di Jepang kemarin[4], kawan saya itu menawarkan kembali, apakah saya masih ingin membeli trackball yang saya ingini itu? Wah…pucuk dicinta ulam tiba! Ditambah, dalam waktu dekat katanya dia akan pulang ke Indonesia. Wew…berbunga-bunga nunggunya.
Sekarang, Logicool sudah ditangan. Sekali lagi, masih agak2 kagok menggunakannya. Tadinya pake jari, sekarang pake jempol. Belum lagi menyesuaikan jari yang biasanya dipakai untuk memutar bola, sekarang dipake buat mencet tombol
. Ah…tapi nikmat melihatnya. Dan nikmat menggunakannya. Makin betah lama-lama menggunakannya. Kecuali kalo pantat panas ya. Mau ngga’ mau harus ngangkat pantat dulu, jalan-jalan, maen sama Faya, dll
.


